Liputan6.com, Nagoya: Nabemono atau masakan rebus cepat saji biasa disajikan pada musim gugur atau musim dingin seperti sekarang ini. Nabemono biasanya terbuat dari seafood, ayam, atau daging, dan sayuran yang direbus di dalam ketel mendidih. Biasanya penduduk Jepang membawa nampan yang ditumpuk tinggi dengan bahan makanan tersebut dan dibawa ke meja. Keluarga di Jepang terkadang berbagi tugas memasak dan berbagi makanan. Kemeriahan pun terjadi ketika acara itu berlangsung. Ada berbagai jenis nabemono, tergantung pada bahan yang digunakan. Tiram stews menampilkan, kerang, cod, salmon, penyu, dan ayam. Variasi yang sangat dikenal adalah chanko-nabe, berisi ayam, seafood, kentang, dan sayuran lainnya. Nabemono lain yang cukup favorit adalah daging sapi sukiyaki. Sejak nabemono dimasak dengan cepat, tiap bahan makanan dapat mempertahankan rasa dan identitas masing-masing. Kemudian, nabemono disajikan dengan serangkaian rasa dan tekstur yang berbeda. Hal ini karena berbagai sayuran dan potongan makanan laut ditarik keluar dari panci dan langung dimakan, hingga rasa kuahnya menyerap lebih dan lebih. Terutama dari ikan atau daging. Pada "babak" akhir, beras atau mie dapat ditambahkan ke pot, hingga menyerap rasa kuat dari cairan yang tersisa.(Bento/DES/SHA)

 
 
Liputan6.com, Nagoya: Nabemono atau masakan rebus cepat saji biasa disajikan pada musim gugur atau musim dingin seperti sekarang ini. Nabemono biasanya terbuat dari seafood, ayam, atau daging, dan sayuran yang direbus di dalam ketel mendidih.

Biasanya penduduk Jepang membawa nampan yang ditumpuk tinggi dengan bahan makanan tersebut dan dibawa ke meja. Keluarga di Jepang terkadang berbagi tugas memasak dan berbagi makanan. Kemeriahan pun terjadi ketika acara itu berlangsung.

Ada berbagai jenis nabemono, tergantung pada bahan yang digunakan. Tiram stews menampilkan, kerang, cod, salmon, penyu, dan ayam. Variasi yang sangat dikenal adalah chanko-nabe, berisi ayam, seafood, kentang, dan sayuran lainnya. Nabemono lain yang cukup favorit adalah daging sapi sukiyaki.

Sejak nabemono dimasak dengan cepat, tiap bahan makanan dapat mempertahankan rasa dan identitas masing-masing. Kemudian, nabemono disajikan dengan serangkaian rasa dan tekstur yang berbeda. Hal ini karena berbagai sayuran dan potongan makanan laut ditarik keluar dari panci dan langung dimakan, hingga rasa kuahnya menyerap lebih dan lebih. Terutama dari ikan atau daging.

Pada "babak" akhir, beras atau mie dapat ditambahkan ke pot, hingga menyerap rasa kuat dari cairan yang tersisa.(Desika Pemita)

0 komentar:



Posting Komentar